Pagi ituu.. ada seekor tupai yang menyatakan perasaan nya pada
seekor kelinci, karna si kelinci masih menjadi pasangan Kura-kura, si
kelinci memutuskan untuk tidak menerimannya. karna jujur saja, Kelinci tidak ingin berpaling dari Kura-kura yang selama 8 bulan ini
menjadi pasangan nya, begitu pula sebaliknya.
Saat kelinci menolak Tupai secara halus, Tupai tersenyum. ia berkata bahwa ia akan menunggu kelinci hingga kapanpun. bahkan Tupai berkata bahwa ia siap dijadikan pelampiasan jikalau Kura-kura menyakitinya nanti. Kelinci merasa bersalah. tapi disisi lain, kelinci berfikir, ini jauh lebih baik dibanding dengan harus membohongi
perasaannya sekaligus berpaling dari kura-kura.
Semenjak hari itu, benar saja. Tupai selalu menunggu Kelinci, padahal masih banyak Tupai betina lainnya yang mengantri untuk menjadi pasanganya. pernah sekali Kelinci merayu agar Tupai menerima salah satu dari mereka. Namun tupai tidak merespon. ia
hanya Tersenyum seraya tertunduk. Hingga 1 kejadian yang tidak diingin kan tiba.
Sore ini Kelinci dan Kura-kura sedang berjalan bersama menuju Sungai, Namun saat tiba di jembatan, ada seorang anak dengan
jaring di tangan nya. melihat Kura-kura dan kelinci anak itu tersenyum, sejurus kemudian anak itu mendekat-mendekat dan-- "Lariiiii" Pekik Kura-kura, Kelinci menurut, ia berlari secepat mungkin
menjauh dari tempat ini. Namun alakadarnya Kura-kura sangat lambat dan HAP! ia terkena jaring, beberapa saat kemudian kura- kura sudah berada di tangan Anak itu.
Saat Kelinci hendak berbalik untuk mengejar anak itu, si Tupai muncul dan langsung memotong langkah kelinci. "Biar aku yang mengejarnya. ini berbahaya untuk mu." Tupai berbalik dan mengejar anak itu. hingga di ujung jalan terlihat sebuah Bak besar berisi Air, Tupai mengintip dari atas pohon. Tupai yakini isi dari bak itu adalah puluhan Kura-kura. Tupai melompat dari atas pohon dan ia
menapakan kaki nya tepat di samping jaring Kura-kura. Tupai memberitahu niatnya datang kemari untuk membantunya meloloskan diri.
Namun baru saja Tupai akan bertindak, Kura-kura Menolak. "Jangan lepas kan aku, aku ingin disini saja, bersama mereka, keluarga ku." Ujar Kura-Kura, Tupai tersentak. "hah ?? Apa ?? Bagai mana dengan
Kelinci ?? dia Kekasih mu, dia Menyayangi mungkin sekarang dia sedang terisak disana" Ketus Tupai. dengan santainya kura-kura menjawab "Aku lebih membutuhkan keluarga ku dibanding dia, jika
kau suka dengannya, aku tak apa". Kali ini Tupai sedikit ingin meledak. Segampang itukah dia Melepaskan orang yang menyayanginya ?? Apakah Kura-kura tidak tau tatacara menghargai Kasih sayang seorang Kekasih ?? Binatang BODOH!.
Belum sempat tupai melepaskan Kura-kura anak itu kini sudah kembali dengan Kunci Mobil di tangannya, mencari aman, tupai melompat menjauh dari tempat ini. tidak sampai 10 menit, Mobil itu sudah melaju kencang, Meninggalkan Tupai sendiri. Kini saat nya
berfikir bagaimana cara menjelaskan semuanya pada Kelinci. tidak berlama-lama Tupai sudah meninggalkan Tempat ini dengan rencana
yang termuat dipikirannya.
Benar saja, Kini Kelinci sedang Terisak dibawah pohon, Kelici mengkhawatirkan Kura-kura. Tupai menjelaskan bahwa ia tidak sempat mengejar anak itu. Sengaja berbohong, karna sungguh Tupai
tidak ingin melihat Kelinci tersakiti. Kura-kura bodoh! dan kali ini
Tupai harus menerima imbasnya.
"KAU BODOH! KENAPA KAU MENGHENTIKAN KU TADI! BERLAGA PAHLAWAN! PADAHAL SEMUA ORANG PUN TAU! KECEPATAN LARI
MU TIDAK SEBANDING DENGAN LARI KU! SEHARUSNYA KAU TIDAK PERLU BERLAGA SEPERTI ITU! SEKARANG AKU BENCI PADAMU!"
Sejak kejadian itu, Kelinci selalu menghindar dari Tupai. 4 bulan berlalu. Kelinci masih terus seperti itu. hingga hari ini.. Tupai memberanikan diri untuk mendekati Kelinci, menyiapkan mentalnya
agar tidak koyah ketika dibentak dan menyiapkan kekuatan nya untuk bisa menahan Jika Kelinci akan meninggalkannya.
Seperti biasa, Kelinci masih menghindar, Namun dengan sekali tarikan, Tupai sudah menggenggam sebelah tangan Kelinci
"Lepaskan aku" Ketus Kelinci. "Tidak! aku ingin berbicara tentang kura-kura" Jawab Tupai. Hening cukup lama dan----Plakk! Kelinci
menampar Tupai. Tupai termenung, pegangan tangannya kini sudah tidak sekencang tadi. "Masih bisa kau berbicara tentang kura-
kura ??" Kelinci dengan Airmata yang sudah mulai bergumul tertahan oleh bulumatanya. Kelinci menarik tangannya keras, Berbalik hendak pergi.
"AKU MOHON! KALI INI DENGARKAN AKU! KAU TIDAK PERNAH TAHU YANG SEBENARNYA" pekik tupai, "SAAT AKU AKAN MEMBEBASKANNYA, DIA LEBIH MEMILIH KELUARGANYA DI BANDING KAU! DIA MELEPASKAN MU BEGITU SAJA!! TIDAK! TIDAK
ADA BEBAN SEDIKIT PUN!" Tupai dengan suara Tingginya, membuat Kelinci tertegun, dan berbalik, menatap Tupai dengan tatapan nanar.
"AKU MEMBOHONGIMU, KARNA AKU MENYAYANGI MU! AKU TIDAK INGIN KAU TERSAKITI KARNANYA! LEBIH BAIK AKU YANG KAU BENCI! KARNA PERCUMA SAJA, KAU MENYAYANGINYA BUKAN
MENYAYANGIKU." Kini emosi tupai sudah sampai di Ubun-ubun,
"TAPI KAU MEMBIARKANNYA PERGI! KAU TIDAK SAYANG PADA KU! JIKA KAU SAYANG PADA KU! KAU TIDAK AKAN MEMBIARKANNYA
PERGI! TIDAK AKAN AKU SEMURUNG INI! DAN JIKA KAU INGIN TAHU APA YANG AKU INGIN KAN SAAT INI ADALAH KURA-KURA! BUKAN KAU!" Kelinci dengan suara tidak terimannya jika ini semua
salah Kura-kura. selepas Kelinci berkata seperti itu, Hening! tidak ada yang berucap lagi.
"YANG AKU INGIN KAN SAAT INI ADALAH KURA-KURA! BUKAN
KAU!" Kata-kata ini ---- *asdfghjkl "Baik! jika Kura-kura yang kau ingin kan. aku akan mencarikannya untuk mu" suara Tupai mereda,
2 detik kemudian tupai berbalik dan meninggalkan Kelinci sendiri.
Berjam-jam Tupai menyisir Hutan, tapi tak kunjung di temukannya Kura-kura, sedangkan Kelinci kini tengah sibuk dengan pikirannya.
Benarkah kura-kura seperti itu ?? benarkah Kura-kura sejahat itu ??
Tak berlama lagi, Kini kelinci pergi berlari mencari tupai, ingin rasanya ia memeluk tupai saat ini juga, meminta maaf, dan membalas rasa sayang nya, namun dimana ?? Kelinci berlari ke asal
arah. tak perduli akan tersesat dimana, karna yang ia ingin sekarang adalah Tupai bukan lagi kura-kura.
Hingga dipinggir danau, Kelinci menemukan Tupai yang sedang dihadang Buaya, "Makan aku jangan kau Makan dia! aku menyayanginya" Ucap Kelinci tepat didepan mulut buaya. Sungguh!
Rasa takutnya kini tak muncul sedikit pun. Buaya menarik Tupai.
"Kita taruhan" bisik Buaya. sejurus kemudian Buaya melepaskan Tupai.
"Ekhem... aku tau kau sangat merindukan Kekasih mu si Kura-Kura Bukan ?? aku memiliki tawaran, Kau Memilih dia si Tupai, atau kau memilih Peta tempat dimana Kura-kura berada" Buaya menyimpan
Kertas bergulung di samping Tupai.
Hening... benar ! ini sangat menegangkan bagi Tupai, dan kali ini—
tekad kelinci untuk Tupai mulai melemah, tak sekuat tadi. Disisi lain, Kelinci masih menyayangi Kura-kura, disisi lain pula, Kelinci ingin bersama tupai.
Kelinci memejamkan matanya rapat-rapat seraya mulai membuka mulutnya dan-------------------------- "Aku ambil Petanya!" Kelinci meraih kertas gulung yang tersimpan di samping Tupai. Tupai terbelalak!
benar-benar tidak percaya! ini semua mimpi buruk!
"Maaf, aku masih mencintai Kura-kura" Kelinci berdiri tertunduk di hadapan Tupai.
Tupai tersenyum getir "Tak apa, Aku sadar jika cinta memang tidak pernah bisa dipaksakan. Aku juga seharusnya tahu, bahwa cintaku
padamu memang jelas tak akan pernah terbalas, Pengorbanan ku tak pernah terhargai, dan perjuangan ku tak pernah ter-akui,
sekarang.. Temuilah kura-kura. bilang padanya bahwa kau sangat mencintainya. jangan pikirkan aku selama perjalanan mu. satu hal
yang perlu kau ingat.. jangan pernah kau Menyesali keputusan mu saat ini. Sungguh.. aku tidak pernah berbohong ketika aku berkata AKU MENYAYANGI MU! sekarang.. saat nya, Pergi dan jumpai kura-
kura, sampaikan salam ku padanya." Begitu ucap Tupai sebelum Kelinci pergi dengan air matanya yang membanjir.
Ber jam-jam Kelinci menelusuri jalan berdasarkan peta, 10 langkah lagi dan.. Kelinci terbelalak. "Tempat apa ini ?? dimana kura- Kura ??" Kelinci membatin dengan kegelisahan yang mendalam.
yang dilihatnya adalah tempat sampah besar, tempat sampah pembuangan terakhir. Dengan Sigap Kelinci kembali berlari menuju tempat tadi, tempat dimana ia menukar Tupai dengan Kertas Palsu ini. Dengan nafas tersengal-sengal.. Kelinci menghampiri buaya
yang sedang santai berjemur.
"KAU PENIPU! DIMANA TUPAI!, BODOH!" Bentak Kelinci. Buaya bergeser, lalu terkekeh, "Kau lebih memilih kertas bodoh itu di banding orang yang menyayangi mu, kau yang bodoh, bukan aku!,
sekarang dia sudah hinggap diperutku. dia berkata jika kau kembali, titipkan Salam sayang ku padanya. Sebenarnya aku berniat untuk melepaskannya namun dia memaksa ku untuk memakannya, dia
bilang –Hidup tanpa orang yang di cintai nya bagaikan Hidup tanpa Oksigen- dan dengan senang hati aku menerima permohonannya.
Sudah ?? aku akan kembali ke air, dan gelang ini, dia berikan untuk mu." Buaya berjalan seraya melemparkan gelang berwarna cokelat
dari anyaman Rotan.
" Tak apa, Aku sadar jika cinta memang tidak pernah bisa dipaksakan. Aku juga seharusnya tahu, bahwa cintaku padamu memang jelas tak akan pernah terbalas, Pengorbanan ku tak pernah
terhargai, dan perjuangan ku tak pernah ter-akui, sekarang..
Temuilah kura-kura. bilang padanya bahwa kau sangat mencintainya. jangan pikirkan aku selama perjalanan mu. satu hal yang perlu kau ingat.. jangan pernah kau Menyesali keputusan mu
saat ini. Sungguh.. aku tidak pernah berbohong ketika aku berkata AKU MENYAYANGI MU!" Teringat ini, Kelinci Menangis Mengerang
seraya meremas Gelang cokelat pemberian Tupai. Menyesali semua perbuatannya. kali ini ia benar-benar kehilangan orang yang
mennyayanginya secara tulus.
TAMAT~